Berita

Model Solusi Fiskal, Bupati Herdiat Gandeng Sektor Perbankan Tuntaskan Rutilahu di Lakbok

59 / 100 Skor SEO

Di tengah tantangan defisit anggaran yang melanda daerah, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang solutif.

Melalui skema kolaborasi strategis, Herdiat merangkul sektor swasta untuk tetap mengakselerasi program kemanusiaan, salah satunya melalui penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kecamatan Lakbok, Senin (23/02/2026).

Langkah ini menegaskan visi kepemimpinan Herdiat di periode kedua: bahwa pembangunan kesejahteraan tidak boleh terhenti meski ruang gerak APBD terbatas.

Dengan mengoptimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BJB, Pemkab Ciamis membuktikan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci jawaban atas keterbatasan fiskal.

Dua warga Desa Cintaratu, Supriyatin dan Sati, menjadi potret keberhasilan diplomasi kebijakan ini. Masing-masing menerima stimulan senilai Rp20 juta untuk mentransformasi hunian mereka menjadi lebih layak dan aman.

Bupati Herdiat secara eksplisit mengapresiasi peran dunia usaha dalam struktur pembangunan daerah.

“Ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan Bank BJB merupakan bagian dari strategi besar kita untuk tetap hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan hunian layak,” jelas Herdiat.

Kepemimpinan Herdiat dalam mengarahkan dana CSR ke sektor-sektor krusial seperti Rutilahu dinilai sebagai langkah pionir dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput.

Bukan Herdiat jika tidak menyertakan sisi humanis dalam kebijakannya. Momen haru tercipta saat ia menemui Ibu Sati, seorang janda tiga anak, langsung di lokasi ia berjualan.

Tindakan ini mencerminkan gaya kepemimpinan hands-on yang memastikan bahwa setiap rupiah bantuan sampai ke tangan yang tepat tanpa hambatan birokrasi.

“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan rumah. Fokus kita adalah menciptakan hunian yang aman untuk tumbuh kembang anak-anak,” tambahnya.

Program di Lakbok ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) berkelanjutan Pemkab Ciamis. Herdiat menegaskan bahwa model kolaborasi seperti ini akan terus diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Ciamis.

Langkah Herdiat ini merupakan preseden penting bagi kepala daerah lain tentang bagaimana mengelola krisis anggaran tanpa harus mengorbankan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat.

Lanjutkan Membaca
Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Pionir.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca