Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, resmi membunyikan alarm siaga untuk menghadapi pergerakan jutaan kendaraan pada momen Lebaran tahun ini.
Langkah konkret Persiapan Mudik Ciamis 2026 ini ditegaskan langsung oleh Bupati Herdiat Sunarya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral secara virtual di Mapolres Ciamis, Senin (2/3/2026).
Bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait, Pemkab Ciamis mematangkan strategi guna menjamin kelancaran arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolri.
Dalam arahan nasionalnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap fakta bahwa pergerakan masyarakat tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta jiwa.
Walaupun prediksi dari Kementerian Perhubungan ini menunjukkan penurunan tipis sekitar 1,75 persen dibanding tahun lalu, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan.
Apalagi, berkaca pada realisasi tahun 2025, angka pergerakan warga justru membengkak hingga 154,6 juta jiwa, meleset 5,55 persen di atas prediksi awal pemerintah.
Guna mencegah kelumpuhan total di jalur-jalur mudik, pemerintah pusat telah meluncurkan berbagai stimulus kebijakan sebagai penawar kepadatan.
Strategi ini mencakup pemberian diskon tarif tol, penurunan harga tiket kapal laut dan pesawat, hingga penerapan kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA).
Berbagai insentif ini sengaja dirancang agar masyarakat bisa mudik lebih awal dan tidak menumpuk pada tanggal-tanggal kritis.
Untuk memastikan kelancaran jalanan, pihak kepolisian siap mengeksekusi rekayasa lalu lintas berskala besar dan lokal.
Skema sistem satu arah (one way), lawan arus (contra flow), manajemen rest area, hingga pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga siap diberlakukan menyesuaikan dinamika di lapangan.
Tak hanya itu, penilangan ditiadakan dalam kondisi tertentu, dan sebanyak 2.746 posko pengamanan telah disiagakan untuk mengawal 185.608 objek vital di penjuru negeri, termasuk masjid dan destinasi wisata.
Bagi warga yang berencana melintasi jalur selatan Ciamis, sangat disarankan untuk mengatur jadwal perjalanan guna menghindari kemacetan horor.
Gelombang puncak arus mudik pertama diperkirakan bakal memadati jalanan pada tanggal 14–15 Maret 2026. Sementara itu, gelombang keberangkatan kedua diprediksi mencapai puncaknya pada 18–19 Maret 2026.
Tantangan serupa juga mengintai saat fase arus balik menuju kota-kota besar. Polri memprediksi arus balik gelombang pertama akan mencapai klimaks pada 24–25 Maret 2026.
Selanjutnya, sisa pergerakan warga akan kembali memadat pada gelombang arus balik kedua di rentang tanggal 28–29 Maret 2026.
Menghadapi tantangan pergerakan massal tersebut, Bupati Herdiat Sunarya menjamin kesiapan jajarannya, mulai dari BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Pariwisata.
Ia menegaskan bahwa kunci utama agar pelayanan transportasi, pengamanan pusat keramaian, dan objek wisata berjalan optimal adalah sinergi solid lintas sektor.
Pemkab Ciamis berkomitmen bahu-membahu bersama TNI dan Polri demi menekan angka kecelakaan dan kemacetan di wilayahnya.
Herdiat berharap masyarakat tetap mengutamakan keselamatan, menjaga ketertiban, dan memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.
“Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci agar Idul Fitri 1447 H berjalan aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Herdiat.
