Mayjen Kunto Arief Ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan I: Penyegaran dan Sinergi TNI

55 / 100 Skor SEO

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) akhirnya angkat bicara terkait keputusan mutasi sejumlah perwira tinggi, salah satunya penunjukan Mayor Jenderal (Mayjen) Kunto Arief Wibowo sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).

Keputusan ini menandai langkah strategis TNI dalam merotasi posisi kunci guna menjawab tantangan organisasi di masa depan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Hariyanto, mengungkapkan bahwa penempatan jabatan strategis di lingkungan TNI, termasuk posisi Pangkogabwilhan I, dilakukan melalui mekanisme internal yang ketat.

Penilaian melibatkan berbagai aspek seperti kebutuhan organisasi, rekam jejak pengalaman, serta kompetensi perwira yang bersangkutan.

“Penunjukan Mayjen Kunto sebagai Pangkogabwilhan I merupakan bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan. Langkah ini juga diharapkan mampu memastikan terciptanya sinergi yang optimal di lingkup tugas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I,” jelas Hariyanto dalam keterangannya, Rabu (11/12).

Rotasi Lintas Matra: Bukti Profesionalisme TNI

Keputusan ini menarik perhatian, mengingat sejak dibentuk pada 2019, posisi Pangkogabwilhan I selalu dijabat oleh perwira tinggi dari matra Angkatan Laut (AL).

Namun, Hariyanto menegaskan bahwa rotasi lintas matra adalah hal yang wajar dan mencerminkan fleksibilitas sekaligus profesionalisme TNI dalam menjalankan fungsi pertahanan negara.

“Rotasi lintas matra bukan hal baru di TNI. Ini menunjukkan kemampuan organisasi untuk beradaptasi demi mendukung pelaksanaan tugas secara maksimal,” ujar Hariyanto.

Sebelum ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan I, Mayjen Kunto menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi di Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Ia menggantikan Laksamana Madya (Laksdya) Rachmad Jayadi, yang dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) di Mabes TNI Angkatan Laut dalam rangka persiapan pensiun.

Penunjukan Mayjen Kunto resmi tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, tertanggal 6 Desember 2024.

Transformasi dan Sejarah Pangkogabwilhan I

Sejak berdiri, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I telah dipimpin oleh sejumlah perwira tinggi Angkatan Laut yang berpengalaman, seperti Laksdya Yudo Margono, Laksdya I Nyoman Gede Ariawan, hingga Laksdya Agus Hariadi.

Penunjukan Mayjen Kunto sebagai perwira dari matra Angkatan Darat (AD) menjadi babak baru dalam sejarah Pangkogabwilhan I.

Langkah ini tidak hanya menjadi bukti fleksibilitas TNI, tetapi juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

Sebagai Panglima Pangkogabwilhan I yang baru, Mayjen Kunto diharapkan mampu membawa perspektif segar serta memperkuat kolaborasi lintas matra dalam menjalankan tugasnya.

55 / 100 Skor SEO

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) akhirnya angkat bicara terkait keputusan mutasi sejumlah perwira tinggi, salah satunya penunjukan Mayor Jenderal (Mayjen) Kunto Arief Wibowo sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).

Keputusan ini menandai langkah strategis TNI dalam merotasi posisi kunci guna menjawab tantangan organisasi di masa depan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Hariyanto, mengungkapkan bahwa penempatan jabatan strategis di lingkungan TNI, termasuk posisi Pangkogabwilhan I, dilakukan melalui mekanisme internal yang ketat.

Penilaian melibatkan berbagai aspek seperti kebutuhan organisasi, rekam jejak pengalaman, serta kompetensi perwira yang bersangkutan.

“Penunjukan Mayjen Kunto sebagai Pangkogabwilhan I merupakan bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan. Langkah ini juga diharapkan mampu memastikan terciptanya sinergi yang optimal di lingkup tugas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I,” jelas Hariyanto dalam keterangannya, Rabu (11/12).

Rotasi Lintas Matra: Bukti Profesionalisme TNI

Keputusan ini menarik perhatian, mengingat sejak dibentuk pada 2019, posisi Pangkogabwilhan I selalu dijabat oleh perwira tinggi dari matra Angkatan Laut (AL).

Namun, Hariyanto menegaskan bahwa rotasi lintas matra adalah hal yang wajar dan mencerminkan fleksibilitas sekaligus profesionalisme TNI dalam menjalankan fungsi pertahanan negara.

“Rotasi lintas matra bukan hal baru di TNI. Ini menunjukkan kemampuan organisasi untuk beradaptasi demi mendukung pelaksanaan tugas secara maksimal,” ujar Hariyanto.

Sebelum ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan I, Mayjen Kunto menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi di Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Ia menggantikan Laksamana Madya (Laksdya) Rachmad Jayadi, yang dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) di Mabes TNI Angkatan Laut dalam rangka persiapan pensiun.

Penunjukan Mayjen Kunto resmi tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, tertanggal 6 Desember 2024.

Transformasi dan Sejarah Pangkogabwilhan I

Sejak berdiri, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I telah dipimpin oleh sejumlah perwira tinggi Angkatan Laut yang berpengalaman, seperti Laksdya Yudo Margono, Laksdya I Nyoman Gede Ariawan, hingga Laksdya Agus Hariadi.

Penunjukan Mayjen Kunto sebagai perwira dari matra Angkatan Darat (AD) menjadi babak baru dalam sejarah Pangkogabwilhan I.

Langkah ini tidak hanya menjadi bukti fleksibilitas TNI, tetapi juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

Sebagai Panglima Pangkogabwilhan I yang baru, Mayjen Kunto diharapkan mampu membawa perspektif segar serta memperkuat kolaborasi lintas matra dalam menjalankan tugasnya.

More from author

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

DMI Ciamis Tegaskan Konsep Masjid Hijau dan Masjid Ramah Lingkungan Memiliki Tujuan Serupa

Ketua DMI Ciamis, Drs. H. Syarief Nurhidayat, menyatakan bahwa Masjid Hijau dan Masjid Ramah Lingkungan memiliki tujuan serupa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. DMI Ciamis meluncurkan Anugerah Masjid Ramah 2025, menilai masjid berdasarkan keramahan, terutama aspek lingkungan, aksesibilitas, dan dukungan untuk semua kalangan. Penilaian akan berlangsung hingga November 2025.

Direktur Pendistribusian Baznas RI Kunjungi Posko Mudik Ciamis, Pantau Layanan untuk Pemudik

Ahmad Fikri, Direktur Pendistribusian Baznas RI, mengunjungi Posko Mudik Baznas di Ciamis untuk memastikan pelayanan pemudik optimal selama perjalanan. Posko menyediakan berbagai layanan gratis dan juga memfasilitasi zakat. Selain Posko Mudik, ada juga Posko Balik beroperasi setelah Idul Fitri. Kedua posko dijaga oleh personel terlatih.

Herry Dermawan; Petani Bisa Laporkan Bulog Jika Tak Serap Gabah dan Beras

Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan, menegaskan hak petani melaporkan Bulog jika tidak menyerap gabah dan beras sesuai regulasi. Ia mendorong petani melaporkan penolakan tersebut dan memastikan Bulog membeli gabah kering giling dengan harga Rp6.500. Herry menekankan pentingnya pengawasan infrastruktur dan bantuan pertanian untuk kesejahteraan petani.

Want to stay up to date with the latest news?

We would love to hear from you! Please fill in your details and we will stay in touch. It's that simple!