Berita

Lapisan Berlian 16 Km di Merkurius, Apakah Bisa Ditambang Manusia?

60 / 100 Skor SEO

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini mengungkap penemuan yang mengundang decak kagum sekaligus pertanyaan besar: lapisan berlian setebal 16 kilometer diduga tersembunyi di kedalaman planet Merkurius.

Temuan ini berasal dari analisis data pesawat ruang angkasa MESSENGER dan telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada 14 Juni 2024.

Pertanyaan pun muncul: jika benar ada cadangan berlian sebesar itu, mungkinkah manusia suatu hari menambangnya?

Merkurius, planet terkecil sekaligus terdekat dengan Matahari, selama ini dikenal penuh misteri. Bercak-bercak grafit di permukaannya memberi petunjuk bahwa planet ini pernah memiliki lautan magma kaya karbon di masa awal terbentuknya.

Berdasarkan data geofisika MESSENGER, tim ilmuwan yang dipimpin Olivier Namur dari KU Leuven, Belgia, menyimpulkan bahwa di bawah tekanan lebih dari 7 gigapascal dan suhu sekitar 2.177 derajat Celsius, karbon di kedalaman planet akan mengkristal menjadi berlian, bukan grafit.

“Kami memperkirakan lapisan berlian itu berada di batas antara mantel dan inti planet,” kata Namur kepada Space.

Meski secara teori lapisan berlian ini sangat bernilai, realitas teknologi dan kondisi lingkungan membuat penambangannya nyaris mustahil. Ada beberapa tantangan utama:

  1. Jarak dan Biaya
    Perjalanan menuju Merkurius memerlukan energi besar dan waktu lama. Misi robotik pun membutuhkan perhitungan bahan bakar yang sangat presisi.
  2. Suhu Ekstrem
    Suhu di sisi siang Merkurius bisa mencapai 430°C, sementara di sisi malam turun hingga -180°C. Perbedaan ekstrem ini akan merusak sebagian besar peralatan tambang konvensional.
  3. Kedalaman Lapisan
    Berlian berada 16 kilometer di bawah permukaan—kedalaman yang bahkan di Bumi sulit dijangkau, apalagi di planet dengan gravitasi dan kondisi tanah yang belum diketahui secara rinci.
  4. Tidak Ada Atmosfer Pelindung
    Tanpa atmosfer yang memadai, Merkurius terus-menerus dibombardir radiasi Matahari, menambah risiko bagi manusia maupun mesin.

Lebih Berharga Sebagai Pengetahuan

Bagi para ilmuwan, lapisan berlian di Merkurius bukanlah peluang bisnis, melainkan jendela untuk memahami proses geologi ekstrem di planet berbatu.

Berlian tersebut diyakini terbentuk melalui kristalisasi inti logam Merkurius selama miliaran tahun, menjadi saksi sejarah alam semesta sejak awal tata surya terbentuk.

“Temuan ini memberi kita wawasan baru tentang bagaimana planet kecil berkembang dan berevolusi,” jelas Namur. “Nilai ilmiahnya jauh melampaui nilai materialnya.”

Walaupun saat ini penambangan berlian di Merkurius hanyalah mimpi, kemajuan teknologi antariksa dapat mengubah kemungkinan di masa depan.

Dengan perkembangan pesawat ruang angkasa yang lebih efisien, robot tambang tahan panas, dan sistem perlindungan radiasi, teori ini mungkin suatu hari akan diuji.

Namun, hingga saat itu tiba, lapisan berlian Merkurius akan tetap menjadi “harta karun kosmik” yang hanya bisa kita kagumi dari jauh—sebuah misteri dan keindahan yang mengingatkan bahwa alam semesta masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap.

Lanjutkan Membaca
Back to top button