Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, hingga akhir Juli 2025 tercatat mencapai 1.169.356 orang. Angka ini setara 89,95 persen dari target tahunan sebanyak 1,3 juta pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Heryan Rusyandi, menyebut capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah.
“Hampir 90 persen target kunjungan sudah terpenuhi dalam tujuh bulan. Ini menunjukkan potensi besar yang kita miliki,” ungkapnya, Rabu (13/8/2025).
Jumlah tersebut mencakup kunjungan ke berbagai destinasi, mulai dari objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, desa, Perhutani, pihak swasta, hingga wisata milik pribadi.
Data juga meliputi pengunjung yang hadir di event-event wisata, wisata kuliner, serta tamu yang menginap di berbagai hotel dan akomodasi di wilayah Ciamis.
Meski kunjungan wisatawan terbilang tinggi, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata hingga Juli 2025 baru mencapai 56,84 persen.
Dari target Rp913.500.000, baru terkumpul Rp519.189.000. Masih ada kekurangan Rp394.311.000 yang harus dikejar hingga akhir tahun.
Target tersebut berasal dari enam destinasi wisata utama yang dikelola Pemkab, yakni Situ Lengkong Panjalu (Rp750.000.000), Astana Gede Kawali (Rp17.000.000).
Situ Wangi Kawali (Rp55.000.000), Karangkamulyan (Rp46.000.000), Tirta Winaya (Rp45.000.000), serta arung jeram (Rp500.000).
Selain retribusi wisata, Dinas Pariwisata juga mengandalkan pemasukan dari kios stadion serta kios dan MCK Karangkamulyan.
Namun, hingga Juli 2025, realisasinya masih rendah. Untuk kios stadion, target Rp30.186.000 baru terealisasi Rp1.500.000.
Sementara target Rp5.000.000 dari kios dan MCK Karangkamulyan belum memberikan pemasukan sama sekali.
Heryan menjelaskan, nihilnya pendapatan dari kios dan MCK Karangkamulyan disebabkan relokasi ke Rest Area Karangkamulyan yang baru diresmikan pada Juli lalu.
Penarikan retribusi baru dimulai kembali setelah peresmian tersebut.
Dinas Pariwisata kini memaksimalkan berbagai strategi untuk mengejar target PAD, salah satunya menggenjot kembali operasional Tirta Winaya yang sempat tutup sejak Maret 2025 akibat perbaikan fasilitas.
Selain itu, promosi wisata terus digencarkan melalui media sosial, serta penyelenggaraan berbagai event untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Pemkab optimistis momen Bulan Mulud dan libur akhir tahun akan menjadi puncak kunjungan wisatawan, sekaligus mendongkrak realisasi PAD.
“Dengan tren kunjungan yang sudah tinggi dan momentum di akhir tahun, kami yakin target PAD sektor wisata dapat tercapai,” pungkas Heryan.
