Memasuki tahun kedua periode kepemimpinannya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang mengedepankan transparansi.
Alih-alih menutup-nutupi kondisi dapur pemerintah, Herdiat justru memilih mimbar Safari Ramadan di Kecamatan Lakbok, Senin (23/02/2026), untuk membedah kondisi riil APBD Ciamis yang tengah mengalami defisit.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan komunikasi politik yang berani. Di depan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat eks Kewadanan Banjarsari, Herdiat meletakkan fakta di atas meja: bahwa pembangunan fisik memang sedang melambat, namun komitmen sosial tetap menjadi prioritas utama.
Menakhodai Daerah di Tengah Badai Defisit
Dalam orasinya di Masjid Besar Al Hidayah, Desa Cintaratu, Bupati Herdiat mengakui bahwa satu tahun terakhir adalah masa-masa sulit. Defisit anggaran menjadi tembok besar yang menghambat akselerasi infrastruktur jalan dan fasilitas pendidikan di Kabupaten Ciamis.
“Selama hampir satu tahun ini, ruang gerak kami sangat terbatas. Kondisi APBD kita tidak baik-baik saja. Namun, seorang pemimpin tidak boleh berhenti melayani hanya karena angka-angka yang tidak mendukung,” ujar Herdiat dengan nada tegas namun tenang.
Keterbukaan ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Ciamis lebih memilih jujur kepada rakyat daripada memberikan janji-janji manis pembangunan yang sulit direalisasikan dalam waktu dekat.
Menjaga Fondasi Sosial: Strategi Prioritas Insentif
Meski fiskal sedang tertekan, Herdiat menunjukkan sisi visionernya dengan tidak memangkas insentif bagi para penggerak di level bawah.
Baginya, menjaga moralitas guru mengaji, imam masjid, hingga Ketua RT dan RW adalah investasi jangka panjang untuk stabilitas daerah.
Dalam agenda Tarling tersebut, komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan:
- Insentif Sektor Keagamaan: Guru DTA, TPA, dan Imam Masjid (Desa & Kecamatan).
- Apresiasi Pelayan Publik: Insentif khusus untuk Ketua RT dan Ketua RW se-Kecamatan Lakbok.
- Kolaborasi Sosial: Penyerahan Al-Qur’an dan bantuan sembako melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Optimisme di Balik Keterbatasan
Bupati Herdiat menekankan bahwa keterbatasan anggaran saat ini bukanlah akhir dari segalanya. Pembenahan secara bertahap terus dilakukan agar roda pembangunan kembali berjalan normal.
Ia meyakini, dengan transparansi dan dukungan masyarakat, tantangan APBD ini bisa dilewati.
“Kami tetap menjaga konsistensi pemberian insentif ini setiap tahun. Meski nominalnya belum bisa naik karena keterbatasan anggaran, kami pastikan kehadiran pemerintah tetap dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
